Di banyak negara berkembang, feodalisme tidak runtuh bersama runtuhnya kerajaan atau berakhirnya kolonialisme. Ia hanya berganti wajah.
Dulu, kekuasaan berada di tangan:
- bangsawan,
- tuan tanah,
- penguasa lokal.
Hari ini, kekuasaan itu berpindah ke:
- elit politik,
- elit birokrasi,
- konglomerat besar.
Strukturnya tetap sama: hierarkis, tertutup, dan diwariskan.
Aset strategis seperti tanah, modal, konsesi bisnis, dan akses kebijakan tidak pernah benar-benar terdistribusi. Ia hanya berpindah tangan di lingkaran yang itu-itu saja.
Inilah sebabnya mengapa banyak negara terlihat modern di permukaan, namun feodal di dalam.



Tinggalkan Balasan